BEBERAPA INFORMASI YANG PERLU DICARI SEBELUM NAIK GUNUNG

tt

Jangan buta saat hendak mendaki gunung!

Mendaki gunung memiliki banyak risiko dan bahaya yang setiap waktu bisa mengancam keselamatan setiap pendaki. Ada banyak faktor yang menjadi penyebab kecelakaan saat mendaki gunung. Salah satunya adalah kurangnya pemahaman atau informasi mengenai gunung yang hendak didaki. Akibat kurangnya pemahaman dan informasi ini, berdampak pada ketidaksiapan saat mendaki gunung. Ketidaksiapan ini bisa dalam hal mental, fisik, perlengkapan, dan lain sebagainya.

Sebagai contoh, setiap gunung memiliki medan yang berbeda-beda dengan tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Ada gunung dengan trek dimana kita harus memanjat tebing yang curam sehingga kita memerlukan tali temali atau webbing agar bisa melewatinya. Nah, jika kita tidak memiliki informasi yang cukup mengenai hal tersebut, bisa-bisa kita datang ke gunung tersebut tanpa membawa peralatan yang seharusnya dibawa. Tentunya potensi bahaya yang akan dihadapi jauh lebih besar.

Oleh karena itu, salah satu hal yang penting dilakukan sebelum mendaki gunung adalah mencari sebanyak mungkin informasi mengenai gunung yang akan kita daki. Darimana informasi-informasi tersebut bisa kita peroleh? Beberapa sumbernya diantaranya:

(1) Dari internet

Sekarang apapun bisa kita cari lewat internet. Termasuk informasi mengenai kondisi dan seluk beluk sebuah gunung. Sebelum mendaki gunung, cobalah browse di internet berbagai hal tentang gunung yang hendak anda daki. Dengan demikian anda akan lebih matang dalam mempersiapkan diri.

 

(2) Dari teman

Terkadang ada informasi-informasi krusial tentang sebuah gunung yang sulit didapatkan melalui internet. Nah, informasi-informasi seperti ini seringkali kita dapatkan dari teman yang sudah pernah mendaki gunung tersebut. Selain itu informasi-informasi dari teman yang sudah pernah mendaki tersebut biasanya lebih “real” dan uptodate.

 

(3) Dari warga setempat yang tinggal di gunung tersebut

 

Informasi Apa Saja Yang Perlu Dicari?

Berikut informasi-informasi yang perlu dicari sebelum mendaki gunung.

(1) DATA GUNUNG

Data disini meliputi ketinggian gunung dan jenis binatang dan tumbuhan yang mendiami gunung tersebut.

 

Dengan mengetahui berapa ketinggian gunung kita setidaknya bisa mengira-ngira seberapa lama perjalanan yang akan ditempuh. Sedangkan pengetahuan mengenai jenis binatang dan tumbuhan yang mendiami gunung tersebut setidaknya akan memberikan dua manfaat, yaitu:

a. Agar kita lebih waspada terhadap bahaya atau ancaman binatang yang bisa mengancam keselamatan jiwa. Setiap gunung memiliki spesies yang unik dan berbeda. Sebagai contoh, jika kita ingin mendaki Gunung Kerinci, maka salah satu hal yang sering diwanti-wanti oleh banyak orang adalah mengenai adanya Harimau. Nah, dengan mengetahui hal-hal seperti ini kita bisa lebih mempersiapkan diri baik dari segi perlengkapan maupun teknik dan cara berhadapan dengan binatang jika seandainya berjumpa saat mendaki gunung tersebut. Jika kita tidak tahu mengenai hal-hal seperti ini tentunya kita akan lebih cenderung panik saat hal tersebut benar-benar terjadi.

b. Dengan memahami jenis binatang dan tumbuhan di sebuah gunung, akan membuat kita lebih bijaksana dan berhati-hati saat mendaki gunung dan menghindari aktivitas-aktivitas yang membahayakan bagi kelestarian binatang dan tumbuhan di gunung tersebut.

 

(2)  KONDISI FISIK GUNUNG

Kondisi fisik gunung ini meliputi:

 (a) Aktif dan Tidak Aktif

Kondisi gunung ada bermacam-macam. Ada yang aktif dan ada yang tidak aktif atau dikatakan mati. Gunung yang aktif ada yang mengalami erupsi dan ada yang sedang dalam keadaan istirahat. Gunung aktif yang sedang dalam keadaan istirahat ini bisa sewaktu-waktu mengalami erupsi. Sementara gunung yang tidak aktif atau mati adalah gunung yang sudah tidak pernah mengalami erupsi setidaknya dalam 10 ribu tahun terakhir. Dengan mengetahui hal ini kita akan lebih mawas diri sebelum mendaki gunung.

Gunung yang aktif cenderung menunjukkan lebih banyak aktivitas fisik dibandingkan gunung yang tidak aktif sehingga perlu kewaspadaan lebih saat mendakinya.

 (b) Cuaca

Salah satu penyebab kecelakaan saat mendaki gunung adalah karena kurangnya informasi yang dimiliki oleh seorang pendaki mengenai cuaca di gunung. Pada bulan-bulan tertentu cuaca di gunung lebih ekstrim dibandingkan bulan-bulan lainnya. Jangan memaksakan diri untuk mendaki gunung apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan.

 

(3) STATUS GUNUNG

Terkadang kita mendaki gunung tanpa mengetahui status sebuah gunung. Ini tentunya sangat berbahaya. Setiap gunung memiliki status yang menunjukkan kondisi gunung tersebut. Status gunung ini juga merupakan gambaran seberapa besar potensi bahaya gunung tersebut jika didaki. Status gunung ini ditetapkan oleh badan yang berwenang di sebuah negara.

Status gunung dikelompokkan menjadi empat kelompok besar:

a. Normal

Status Normal menunjukkan bahwa tidak ada gejala aktivitas tekanan magma dan gunung berada pada level aktivitas dasar.

 b. Waspada

Status Waspada berarti menunjukkan adanya aktivitas gunung apapun bentuknya, terdapat kenaikan aktivitas di atas level normal, peningkatan aktivitas seismik dan kejadian vulkanis lainnya serta terjadinya sedikit perubahan aktivitas yang diakibatkan oleh aktivitas magma, tektonik dan hidrotermal.

 c. Siaga

Status Siaga menandakan bahwa gunung sedang bergerak ke arah letusan atau menimbulkan bencana, peningkatan intensif kegiatan seismik, semua data menunjukkan bahwa aktivitas dapat segera berlanjut ke letusan atau menuju pada keadaan yang dapat menimbulkan bencana. Jika tren peningkatan berlanjut, letusan dapat terjadi dalam waktu 2 minggu. Jangan mendaki gunung pada kondisi Status Siaga.

 d. Awas

Ini merupakan kondisi paling berbahaya. Menandakan bahwa gunung segera atau sedang meletus atau ada keadaan kritis yang menimbulkan bencana, letusan pembukaan dimulai dengan abu dan asap, atau letusan berpeluang terjadi dalam waktu 24 jam. Tentunya pada kondisi ini kita dilarang mendaki gunung.

 

(4) PAHAMI JALUR DAN MEDAN DI GUNUNG

Salah satu penyebab meningkatnya potensi bahaya adalah kurangnya pemahaman mengenai jalur danmedan di gunung. Setiap gunung memiliki jalur dan medan yang berbeda-beda dengan tingkat kesulitan yang berbeda-beda pula. Ada gunung bersalju, ada gunung yang tak bersalju. Ada gunung yang memiliki trek dengan kemiringan yang sangat curam dan ada pula yang landai. Ada gunung yang didominasi trek berbatu dan ada pula yang tidak. Hal seperti ini penting untuk diketahui agar kita lebih siap dan lebih tepat dalam mempersiapkan diri dan perlengkapan. Jika kita mendaki gunung bersalju tentunya perlu persiapan dan perlengkapan yang mungkin berbeda dengan gunung yang tidak bersalju. Dengan memahami jalur danmedan di gunung juga akan mengurangi potensi tersesat di gunung.

Sebagai contoh jika kita mendaki Gunung Guntur, treknya cenderung terbuka. Dengan memahami hal tersebut maka kita setidaknya tahu bahwa kalau treknya terbuka, maka terpaan panas matahari akan lebih terasa saat trekking di siang hari. Nah, dari situ kita mungkin akan lebih siap sebelum mendaki, misalnya dengan membawa topi untuk menghindari eksposur panas yang berlebihan di kepala.

Kalau kita hendak mendaki Gunung Raung, maka kita bisa tahu bahwa trek menuju Puncak Gunung Raung memiliki tingkat bahaya yang cukup tinggi karena medannya yang sangat curam dengan jurang di kiri-kanan. Darisitu kita akan memahami bahwa kita perlu mempersiapkan peralatan mendaki yang lebih lengkap seperti membawa webbing dan harness misalnya.

Dan masih banyak contoh lainnya yang menggambarkan bagaimana kaitan antara pemahaman mengenaimedan dan dampaknya terhadap kesiapan kita dalam mendaki gunung.

 

(5) POS-POS/SHELTER DI GUNUNG

Salah satu hal yang saya utamakan untuk dicari tahu sebelum mendaki gunung adalah perihal pos-pos/shelter pendakian. Saya akan mencari informasi ada berapa pos di sepanjang jalur pendakian hingga menuju puncak, ciri-ciri pos, dan bagaimana kondisi pos-pos tersebut. Pengetahuan ini akan bermanfaat bagi kita diantaranya untuk:

a. Memberikan gambaran secara kasar mengenai seberapa jauh perjalanan

b. Pos bisa digunakan sebagai semacam alat pengingat posisi dan letak dan sebagai alat bantu tambahan untuk meng-crosscheck apakah kita berada pada jalur yang benar atau tidak.

c. Dengan memahami kondisi pos dan sekitarnya, maka sebelum mendaki kita bisa mengira-ngira kira-kira di pos mana yang terbaik untuk mendirikan tenda. Kondisi setiap pos berbeda-beda. Ada yang oke untuk mendirikan tenda dan ada juga yang kurang oke.

 

(6) SUMBER AIR

Tak bisa dipungkiri, bahwa air adalah bekal penting dalam mendaki gunung. Apabila persediaan air habis, bisa mengancam keselamatan jiwa seorang pendaki. Oleh karena itu, penting untuk mencari tahu di titik mana saja sumber air di gunung tersebut berada. Sehingga jika karena hal yang tak terduga persediaan air kita habis, kita tidak panik dan mengetahui dimana posisi sumber air berada. Selain itu, dengan mengetahui sumber air kita dapat melakukan isi ulang persediaan air ketika melewati sumber air tersebut.

 

(7) POSISI TERBAIK UNTUK MENDIRIKAN TENDA

Saat mendaki Gunung Slamet via Baturraden, kami kemalaman di tengah hutan dan kondisi bertambah parah karena saat itu hujan turun. Hal ini memaksa kami untuk segera membuka tenda. Area tempat kami mendirikan tenda sebenarnya kurang memadai, karena selain sempit, di dekat kami terdapat pohon besar yang sudah miring dan tertahan oleh pohon lain. Saat itu saya menyadari bahwa pohon tersebut bisa beresiko. Namun dengan berbagai pertimbangan karena kondisi yang tidak memungkinkan, akhirnya kami memutuskan mendirikan tenda.

Sepanjang malam angin kencang terus berhembus. Malam itu saya sengaja tidak tidur full untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan yang mungkin timbul akibat pohon di dekat tenda tersebut.

Penting bagi kita untuk mencari tahu kira-kira dimana tempat-tempat terbaik untuk mendirikan tenda. Pertimbangkan hal-hal berikut dalam mendirikan tenda:

(1) Seperti penjelasan di atas, sebisa mungkin hindari mendirikan tenda di posisi-posisi yang berpotensi sebagai tempat jatuhnya pohon. Kalaupun terdapat pohon, perhatikan dengan baik kondisi pohon-pohon disekitar tempat anda mendirikan tenda.

(2) Sebisa mungkin hindari mendirikan tenda di area-area yang sangat terbuka dimana berpotensi terjadinya badai, angin kencang. Badai besar tentunya akan menghantam-hantam tenda yang kita tempati.

(3) Tentunya akan lebih baik jika seandainya kita mendirikan tenda di area yang cukup luas.

(4) Perhatikan kondisi lereng atau tanah di tempat anda mendirikan tenda. Waspadai dan hindari mendirikan tenda di area-area yang rentan terhadap kemungkinan longsor.

(8) TRAGEDI ATAU KECELAKAAN YANG PERNAH TERJADI DI GUNUNG

Banyak sudah tragedi atau kecelakaan yang terjadi di gunung. Sebelum mendaki gunung, carilah informasi tragedi atau kecelakaan apa saja yang pernah dialami pendaki di gunung yang hendak anda daki. Di gunung tertentu biasanya ada saja sebuah kejadian yang mungkin sering mengakibatkan pendaki mengalami kecelakaan. Sebagai contoh, jika kita mendaki Gunung Semeru, salah satu hal yang sering menjadi perbincangan adalah mengenai area “Blank 75”. Silahkan anda googling perihal ini.

Apa manfaatnya mencari tahu tragedi atau kecelakaan yang pernah terjadi di gunung yang hendak kita daki:

a. Memberikan gambaran bagi kita mengenai potensi bahaya apa saja yang paling sering mengakibatkan kecelakaan di gunung tersebut. Dengan demikian kita akan lebih waspada.

b. Dengan mengetahui tragedi yang pernah terjadi, akan membuat kita mempersiapkan peralatan-peralatan yang lebih memadai untuk menghadapi potensi risiko tersebut.

 

(9) BAHAYA “SPESIFIK” DI GUNUNG

Apa yang saya maksud dengan bahaya “spesifik” disini? Seperti kita ketahui bahaya-bahaya yang umum diperbincangkan saat mendaki gunung adalah misalnya perihal hipotermia, terjatuh ke jurang, bahaya binatang, tersesat dan lain-lain. Namun ada bahaya-bahaya “spesifik” yang kadang terlewatkan oleh pendaki saat mendaki sebuah gunung.

Sebagai contoh, jika anda mendaki Gunung Guntur, maka biasanya warga lokal akan memperingatkan kita agar berhati-hati saat menaruh barang karena mereka mengatakan bahwa disana rawan terhadap pencurian. Sering terjadi pencurian barang-barang pendaki. Nah, hal-hal seperti ini jika kita tidak tahu, tentunya akan merugikan.

Bahaya-bahaya “spesifik” ini terkadang sulit kita dapatkan melalui internet dan biasanya bisa kita dapatkan dari warga lokal. Oleh karena itu, jangan lewatkan kesempatan-kesempatan berinteraksi dengan warga lokal sebelum mendaki gunung, agar informasi-informasi yang kita dapatkan lebih lengkap dan mantap.

ftg

 

SOURCE : Niko TujuhLangit http://viewindonesia.com/index.php/travel-destination/123-9-hal-yang-perlu-dicari-tahu-sebelum-mendaki-gunung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s