HIPOTERMIA

Hipotermia adalah suatu kondisi dimana mekanisme tubuh untuk pengaturan suhu kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin.

Inilah tingkatan gejala Hypothermia :

► 37°C :
Suhu Normal

► 36 – 35°C :
Menggigil sampai bulu roma berdiri, tetapi masih terkendali. Gerak langkah menjadi lamban. Koordinasi tubuh mulai terganggu.

► 35°C :
Apabila mencapai titik gawat, menggigil tidak terkendalilagi.

► 35 – 33°C :
Pengambilan keputusan dan koordinasi tubuh kabur. Langkah kako sering tersandung. Berbicara kasar.

► 33°C :
Semakin menggigil. Denyut nadi dan tekanan darah mulai menurun.

► 32 – 29°C :

Menggigil berhenti. Kebingungan meningkat. Meracau. Ingatan hilang.
Gerakan tersentak-senta k. Pupil (bagian hitam mata) mulai membesar.

► 29 – 28°C :
Otot menjadi kaku. Pupil membesar. Denyut nadi melemah atau tidak teratur. Tarikan nafas Melemah. Warna kulit kebiru-biruan. Tingkah laku kacau. Mengarah ke tidak sadar.

► 27°C :
Pingsan. Pupil tidak lagi menjawab gerakan cahaya.Kehilangan gerakan-gerakan spontan. Penderita kelihatan sudah meninggal.

► 26°C :
Koma. Gawat. Suhu tubuh menurun dengan cepat.

► 20°C :
Denyut jantung berhenti.

► 18°C :
Dalam suhu tubuh ini korban masih bisa ditolong dengan penanganan yang segera dan
intensif (rawat rumah sakit secepat mungkin). Bagi pendaki gunung hal ini agak sulit. Kenali gejalanya atau kehilangan Nyawa !

SUMBER : FACEBOOK DAN WIKIPEDIA

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s